Tech & GadgetsTutorial

Bisa Bikin Bokeh Pakai Lensa Kit? Bisa, Ini Triknya Biar Foto Nggak Kelihatan “Kit Lens” Banget

Banyak orang mengira kalau mau foto dengan background blur yang cakep, wajib punya lensa fix 50mm f/1.8 atau lensa mahal dengan aperture super besar. Padahal, lensa kit yang biasanya datang sepaket dengan kamera juga bisa menghasilkan bokeh. Kuncinya bukan sekadar membuka aperture selebar mungkin, tapi bagaimana kamu mengatur zoom, posisi kamera, subjek, dan background.

Teknik ini didemonstrasikan dalam tutorial fotografi Tommy Fabianus menggunakan lensa kit. Hasilnya menunjukkan bahwa lensa kit bisa menghasilkan background yang cukup blur, terutama kalau kamu tahu cara memaksimalkan posisi dan focal length.

Tonton tutorial “Tutorial BOKEH pake LENSA KIT!” di YouTube

Bokeh Itu Sebenarnya Apa?

Sederhananya, bokeh adalah kualitas blur pada area yang berada di luar fokus. Dalam foto portrait, efek ini membuat wajah atau tubuh subjek terlihat lebih menonjol karena background menjadi lembut dan tidak terlalu mengganggu.

Bokeh berkaitan erat dengan depth of field. Semakin dangkal depth of field, semakin banyak area di depan atau belakang titik fokus yang terlihat blur. Aperture yang lebih besar, ditandai angka f yang lebih kecil, membantu menghasilkan depth of field yang lebih dangkal.

Masalahnya, lensa kit biasanya punya aperture maksimum yang tidak sebesar lensa fix. Jadi kalau cuma mengandalkan angka f, memang agak susah mendapatkan blur ekstrem.

Nah, di sinilah triknya.

1. Zoom Lensa Kit Sampai Mentok

Langkah pertama yang ditunjukkan dalam video cukup sederhana:

Zoom lensa sampai focal length terpanjang.

Kalau lensamu 18-55mm, misalnya, gunakan sekitar 55mm. Kalau lensamu 16-50mm, gunakan 50mm.

Kenapa?

Karena focal length yang lebih panjang cenderung membuat background terlihat lebih terkompresi dan blur lebih mudah terlihat dibanding menggunakan focal length yang sangat wide.

Dalam tutorial, perbandingan 45mm dan 15mm menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. Dengan framing subjek yang sama-sama nyaman, focal length 45mm memberikan isolasi background yang lebih terasa dibanding 15mm.

Nikon juga mencatat bahwa focal length yang lebih panjang dapat menghasilkan efek bokeh yang lebih ekstrem.

Jadi kalau selama ini kamu menggunakan lensa kit di posisi paling wide untuk portrait, coba putar zoom-nya ke ujung telephoto.

2. Gunakan Aperture Paling Besar

Setelah zoom mentok, buka aperture selebar mungkin.

Ingat, angka f kecil berarti aperture lebih besar.

Misalnya lensamu punya pilihan:

  • f/3.5
  • f/4
  • f/5.6
  • f/8

Untuk mendapatkan background lebih blur, pilih angka terkecil yang tersedia pada focal length tersebut.

Dalam tutorial, setting yang digunakan adalah Aperture Priority atau mode Av, kemudian aperture dipilih pada angka terkecil. ISO dibuat Auto supaya kamera bisa membantu menjaga exposure.

Mode Aperture Priority memang cocok untuk eksperimen seperti ini karena kamu bisa menentukan aperture, sementara kamera mengatur shutter speed yang sesuai.

3. Dekatkan Kamera ke Subjek

Ini bagian yang sering dilupakan.

Kalau kamu ingin background lebih blur, jangan cuma menyuruh model berdiri jauh dari background. Kamu juga harus mendekatkan kamera ke model.

Dalam video, posisi kamera dibuat dekat dengan model, sementara model berada cukup jauh dari background.

Hasilnya, wajah atau tubuh model menjadi area utama yang tajam, sedangkan background di belakangnya semakin kehilangan detail.

Secara prinsip, semakin dekat kamera dengan subjek dan semakin jauh subjek dari background, semakin mudah menciptakan pemisahan antara subjek dan background.

Jadi daripada bilang:

“Modelnya mundur lagi dong.”

Coba kamu juga maju.

Kadang masalahnya bukan lensanya. Fotografernya yang kurang dekat. 😄

4. Jauhkan Background dari Model

Ini mungkin trik paling powerful kalau kamu cuma punya lensa kit.

Bayangkan kamu memotret seseorang di taman.

Kalau model berdiri hanya satu meter dari semak-semak di belakangnya, semak tersebut masih akan terlihat cukup jelas.

Sekarang geser model beberapa meter menjauh dari background.

Tanpa mengganti kamera atau lensa, background akan terlihat jauh lebih blur.

Nikon juga merekomendasikan meningkatkan jarak antara subjek dan background untuk membuat bokeh lebih terlihat, bahkan ketika menggunakan aperture yang tidak terlalu besar.

Makanya, lokasi pemotretan sebenarnya ikut menentukan hasil bokeh.

Taman dengan background yang dalam bisa jauh lebih menarik daripada memotret model menempel di tembok.

5. Jangan Terjebak Mitos “Harus Lensa Mahal”

Lensa fix dengan aperture besar memang memudahkan kita mendapatkan bokeh. Lensa f/1.8, f/1.4 atau f/1.2 memiliki kemampuan menghasilkan depth of field yang sangat dangkal.

Tapi bukan berarti lensa kit tidak berguna.

Justru lensa kit bisa menjadi tempat yang bagus untuk belajar memahami hubungan antara focal length, aperture, jarak kamera, jarak subjek, dan background.

Kalau kamu langsung membeli lensa 50mm f/1.8, memang hasil blur bisa lebih gampang didapat. Tapi kamu mungkin tidak benar-benar memahami kenapa background bisa blur.

Dengan lensa kit, kamu dipaksa sedikit lebih kreatif.

Dan itu bagus.

Jadi, Setting Bokeh Pakai Lensa Kit Seperti Apa?

Kalau mau langsung praktik, coba mulai dengan formula sederhana berikut:

SettingCoba gunakan
ModeAperture Priority / Av
Focal lengthZoom paling panjang
ApertureAngka f terkecil
ISOAuto
Jarak kameraSedekat mungkin dengan subjek, selama framing masih nyaman
Jarak subjek ke backgroundSejauh mungkin
FokusFokus tepat ke wajah/mata untuk portrait

Tidak perlu langsung mencari background yang spektakuler. Coba saja dengan teman, tanaman, mainan, atau benda apa pun yang ada di sekitar rumah.

Bahkan dalam tutorial ini, teknik serupa dicoba pada objek kecil untuk menunjukkan bahwa prinsip bokeh bukan hanya berlaku untuk portrait.

Kesimpulannya: Lensa Kit Belum Tentu “Cupu!”

Kalau selama ini kamu merasa foto dari lensa kit selalu terlihat flat dan background terlalu tajam, mungkin jangan buru-buru menyalahkan lensanya.

Coba zoom sampai focal length terpanjang, gunakan aperture terbesar, dekatkan kamera ke subjek, lalu jauhkan subjek dari background.

Empat langkah sederhana itu bisa mengubah karakter foto secara signifikan.

Memang, lensa kit tidak akan tiba-tiba berubah menjadi lensa 85mm f/1.2. Tapi dengan teknik yang tepat, kamu bisa mendapatkan subject separation dan background blur yang jauh lebih menarik tanpa harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli lensa baru.

Karena dalam fotografi, kadang upgrade paling murah bukan beli gear.

Tapi belajar menggunakan gear yang sudah ada. 📷

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *