e. lifestyle. Your Essential Lifestyle Updates

Popular News

Mengenal Kimpul yang Mendadak Viral

Jakarta — Media sosial belakangan diramaikan dengan pembahasan soal kimpul. Umbi yang mungkin masih asing bagi sebagian orang ini mendadak banyak diperbincangkan setelah muncul dalam berbagai konten makanan dan kreasi olahan kimpul.

Popularitasnya semakin meningkat berkat sosok yang dikenal sebagai “Ibu Kimpul” pada akun TikTok @black.sheep8208, yang membagikan berbagai kreasi makanan berbahan dasar kimpul di media sosial. Mulai dari olahan tradisional hingga makanan dengan gaya kekinian ikut dibuat menggunakan umbi lokal tersebut.

Tapi, sebenarnya apa itu kimpul?

Apa Itu Kimpul?

Kimpul merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang dikenal dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott. Di sejumlah daerah, kimpul juga dikenal sebagai talas Belitung atau enthik.

Umbi ini termasuk salah satu sumber karbohidrat non-beras yang sebenarnya sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Kementerian Pertanian juga pernah memperkenalkan kimpul sebagai salah satu alternatif sumber pangan dalam upaya diversifikasi pangan.

Secara umum, bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbinya. Kimpul dapat diolah dengan berbagai cara sehingga tidak hanya dikonsumsi sebagai umbi rebus atau kukus.

Seperti Apa Bentuk dan Tekstur Kimpul?

Bagi yang belum pernah melihatnya, kimpul memiliki bentuk yang sekilas mirip dengan beberapa jenis talas. Bagian umbinya dapat memiliki warna putih hingga kekuningan, tergantung jenis dan kondisi tanamannya.

Teksturnya cenderung menyerupai kelompok umbi-umbian lain dan menjadi lebih empuk setelah dimasak. Karakter tersebut membuat kimpul cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai makanan.

Penelitian mengenai kimpul juga menunjukkan bahwa umbi ini memiliki kandungan pati yang cukup tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi tepung maupun berbagai produk pangan lainnya.

Apa Kandungan dalam Kimpul?

Selain menjadi sumber karbohidrat, kimpul juga memiliki sejumlah kandungan nutrisi.

Data yang dikutip ANTARA dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa setiap 100 gram kimpul mengandung sekitar 28,66 gram karbohidrat dan 2,81 gram protein, serta serat pangan yang terdiri dari serat larut dan tidak larut.

Kimpul Bisa Diolah Jadi Apa?

Salah satu hal yang membuat kimpul menarik adalah banyaknya kemungkinan pengolahannya.

Kimpul dapat dimasak dengan cara sederhana seperti direbus, dikukus, atau digoreng. Selain itu, kimpul juga dapat dikembangkan menjadi tepung dan digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk makanan.

Belakangan, kreativitas dalam mengolah kimpul juga menjadi salah satu alasan umbi ini semakin menarik perhatian. Dalam berbagai konten yang viral, kimpul dibuat menjadi makanan dengan tampilan yang jauh berbeda dari olahan umbi pada umumnya.

Kenapa Kimpul Mendadak Viral?

Kimpul sebenarnya bukan bahan pangan baru. Umbi ini sudah lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan lokal.

Yang membuatnya kembali menjadi perhatian adalah munculnya konten-konten media sosial yang memperkenalkan kimpul dengan cara yang lebih menarik dan dekat dengan tren kuliner saat ini.

Sosok “Ibu Kimpul” menjadi salah satu yang ikut mendorong popularitasnya. Berbagai kreasi makanan berbahan kimpul yang dibagikan melalui media sosial membuat banyak orang yang sebelumnya tidak familiar dengan kimpul mulai penasaran dan mencari tahu tentang umbi tersebut.

Jadi, Kimpul Itu Apa?

Singkatnya, kimpul adalah umbi lokal yang dikenal juga sebagai talas Belitung dan memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium.

Kimpul merupakan sumber karbohidrat non-beras yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Meski sudah lama dikenal, popularitasnya kembali meningkat setelah berbagai konten tentang kimpul viral di media sosial.

Jadi, kalau belakangan ini kamu sering melihat kata “kimpul” berseliweran di media sosial, sekarang sudah tahu kan? Kimpul bukan sekadar tren baru, melainkan salah satu pangan lokal yang memang sudah lama ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *